KABARSEKILAS.COM – Pemerintah bersama DPR RI telah menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1446 H/2025 M dengan rata-rata sebesar Rp89.410.258,79.
Penetapan ini mengacu pada asumsi kurs 1 USD setara Rp16.000 dan 1 SAR setara Rp4.266,67.
Angka tersebut menunjukkan penurunan dari rerata BPIH tahun sebelumnya yang mencapai Rp93.410.286,00.
Penurunan BPIH ini berimbas langsung pada turunnya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayar oleh calon jemaah haji.
Tahun ini, Bipih yang dibebankan kepada jemaah mencapai rata-rata Rp55.431.750,78 atau sekitar 62% dari total BPIH.
Sementara sisanya, sebesar 38% atau sekitar Rp33.978.508,01, diambil dari nilai manfaat hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penurunan ini sesuai dengan harapan pemerintah sejak awal.
“Penurunan BPIH merupakan harapan Presiden Prabowo Subiyanto agar calon jemaah haji dapat menunaikan ibadah haji dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujar Menag saat Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR di Jakarta, Senin (6/1/2025).
Penghematan dan Optimalisasi Nilai Manfaat
Selain penurunan Bipih, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga melakukan optimalisasi nilai manfaat yang dialokasikan untuk operasional haji.
Total nilai manfaat yang disepakati untuk penyelenggaraan haji tahun ini mencapai Rp6,83 triliun.
Angka ini lebih kecil dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp8,2 triliun, menunjukkan adanya penghematan sebesar Rp1,36 triliun.
“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses ini. Semoga perjuangan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya para calon jemaah haji,” ungkap Menag.
Fokus pada Pelayanan Jemaah
Menag menekankan bahwa penurunan biaya bukan satu-satunya target pemerintah.
Fokus utama adalah memastikan pelayanan yang optimal bagi jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.
“Kita ingin masyarakat bukan hanya tersenyum mendengar kabar penurunan biaya pada Januari ini, tetapi juga tersenyum saat menjalankan ibadah haji di bulan Juni nanti. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, agar tidak ada kekurangan yang dirasakan oleh jemaah selama di Tanah Suci,” tambahnya.
Penurunan BPIH 2025 ini diharapkan menjadi kabar baik bagi masyarakat yang telah lama menantikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dengan biaya yang lebih terjangkau.
Pemerintah juga berjanji akan terus berupaya melakukan perbaikan dan efisiensi agar layanan haji ke depan semakin baik. (*)