KABARSEKILAS.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pengurus Komisariat Teknik Universitas Nurul Jadid mengadakan kajian dengan tema “Peran Ibu dalam Laboratorium Hidup untuk Membangun Generasi Berkualitas.”
Acara tersebut diselenggarakan pada hari Minggu, 22 Desember 2024, bertempat di Pantai Greenthing, Desa Randutata, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Kajian ini dihadiri oleh Yunda Firdausi Alfania, alumni HMI Komisariat Teknik Universitas Nurul Jadid, yang juga bertindak sebagai pemateri.
Selain itu, beberapa mahasiswa dan pengurus HMI Komisariat Teknik Universitas Nurul Jadid turut hadir dalam acara yang memberikan wawasan baru mengenai peran seorang ibu dalam pembentukan karakter anak-anak dan generasi penerus bangsa.
Dalam pemaparannya, Yunda menyampaikan pentingnya peran ibu dalam kehidupan keluarga, terutama dalam mencetak generasi yang berkualitas.
Ia menggambarkan ibu sebagai “Laboratorium Hidup” yang memiliki peran besar dalam mencetak karakter dan kemampuan anak.
Hal ini sejalan dengan visi Kohati, yakni membentuk perempuan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan dalam kehidupan.
“Sebagaimana dalam visi Kohati, ibu memiliki peran vital dalam membangun generasi yang berkualitas, dimulai dari lingkungan rumah tangga,” ujar Yunda, yang akrab disapa Firda.
Rani, salah satu kader HMI Komisariat Teknik Universitas Nurul Jadid, menilai kajian ini sangat penting, khususnya bagi para kader Kohati.
“Kajian ini sangat penting bagi kita semua, terutama untuk kader Kohati yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan anak-anak kita,” kata Rani.
Harapan dari Pengurus Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Pembinaan HMI Komisariat Teknik Universitas Nurul Jadid, Ma’rifatun Nisa, juga diungkapkan dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, kajian ini merupakan langkah positif dalam mencetak generasi ibu yang sesuai dengan harapan yang diatur dalam Undang-Undang yang berlaku.
“Sebagai pengurus bidang penelitian dan pembinaan, saya berharap kajian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran ibu dalam membentuk generasi yang berkualitas. Ini penting bagi kita semua, terutama para perempuan yang kelak akan menjadi ibu,” ujarnya.
Acara ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan kembali perjuangan seorang ibu dalam membentuk karakter anak-anak dan generasi masa depan.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami peran besar yang dimiliki oleh seorang ibu dalam kehidupan, baik di dalam rumah tangga maupun dalam masyarakat.
Diharapkan, kajian ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi motivasi bagi setiap individu untuk mempersiapkan diri dalam membangun generasi yang lebih baik ke depannya. (*)